Pendidikan itu tidak penting tapi maha penting.
Apa alasannya bahwa pendidikan itu maha penting?
Pertama seandainya tidak ada pendidikan, maka Alloh Ta'ala tidak akan menjadikan alam semesta ini.
Dan seandainya tidak ada pendidikan, Alloh Ta'ala juga tidak akan menurunkan 104 kitab ke dunia ini.
Seandainya tidak ada pendidikan, Alloh Ta'ala tidak akan mengutus 124.000 Nabi.
Karena itu pendidikan itu maha penting.
Di dalam surat Fatihah terdapat satu ayat yang berbunyi :
"Alhamdulillahirobbil'alamin".
Alham-du artinya "segala sifat2 yang terpuji".
"Lillah" artinya milik Allloh
Oleh karena Alloh Maha Ghoiub, mak segala sifat2 yang terpuji itu pun ghoib, tidak dapat dijangkau oleh pandangan manusia.
Agar manusia dapat mengenal sifat Maha Terpuji-Nya Alloh, maka Alloh menjadikan alam semesta, Robbil'alamin.
Robbi itu sama artinya dengan Tarbiyyah, Tarbiyyah itu pendidikan.
Sementara apa yang dimaksud alam?
Kata Alam di dalam AlQur'an banyak disebutkan, "kullu mashuballohi ta'aala al alam" artinya seluruh wujud lainnya Alloh dan sifat2 Alloh semuanya dikatakan alam.
Misalnya alam benda, alam tumbuhan, alam jin, alam manusia, alam dunia, alam akhirat, dan sebagainya.
Mengapa seluruh hal selain Alloh dikatakan alam?
Alam itu diambil dari kalimat "alamat" (tanda bukti).
"Alam ma'khudzun minal alaamati".
Jadi seluruh alam ini tanda bukti adanya Alloh yang maha Terpuji.
Kemudian dari alam itu dipelajari oleh manusia dan melahirkan "ilmu".
Bermacam ilmu akhirnya muncul dari sini.
Dalam surat QS : Al An'am ayat 1 disebutkan
"Alhamdulillahilladzi kholaqossamawati wal ardho wa ja'alad dlulumati wannuur..."
"Segala puji bagi Alloh yang menciptakan langit dan bumi".
Juga dalam QS Al Kahfi atau QS Al Furqon : 1 juga tersebut
"Alhamdulillahilladzi anzala kitaaba 'alaa abdihi tajallohu".
Dari "Alhamdu inilah kemudian disampaikan kepada hambanya yaitu AlQur'an.
Jadi alam semesta pun muncul dari Alhamdu.
Jadi kalau kita mempelajari ilmu alam, itu juga berarti mempelajari ayat2 Alloh, dan termasuk ibadah.
Jadi ilmu2 dalam agama Islam dengan ilmu2 alam tidak bertentangan, karenasatu sumber.
Maka pendidikan menjadi maha penting.
Diantara pentingnya masalah ilmu, Rosul telah bersabda :
"Al ilmu haayatul islaami wa imaadul imaani.."
"Ilimu itu ruhnya Islam, ilmu itu tiangnya iman".
Kalau tidak ada ilmu, Islam iarat jasad tanpa ruh, tidak hidup.
"Barang siapa yang memberikan pelajaran iman atau ilmu, maka Alloh menyempurnakan pahal kepadanya. Dan barangsiapa belajar ilmu kemudian ilmu itu diamalkan Alloh akan memberikan ilmu yang belum diketahuinya".
Jadi berkembangnya ilmu itu jika diamalkan.
Ditengah mengamalkan ilmu itu kemudian datanglah ilmu yang sebelumnya belum diketahui yang dinamakan ilmu waroosah.
Jadi masalah pendidikan itu bukan saja penting tapi maha penting.
Bagaimanapun majunya suatu negara tapi mengabaikan pendidikan, pasti akan ketinggalan.
Ingat wahyu pertama diturunkan itu juga masalah pendidikan.
"Allamabilqolam allamal insana maa lam ya'lam".
Jumat, November 21
Bicara Tentang Pendidikan Dalam Agama Islam
Minggu, Oktober 19
Pentingkah Bersekolah Dengan Hati ?
"Sekolah Pertamaku...
Harapan Akhir Pendidikanku..
Sekolah Pertamaku...
Bermula Pembelajaran Hati...
Sekolah Pertamaku...
Muara Akhir Pendidikanku...
Sekolah Pertamaku...
Akhir Perwujudan Seorang Buah Hati...
Sekolah Pertamaku...
Tumpahnya Tanya Banyaknya Cinta...
Sekolah Pertamaku...
Bermodal Hati bernama Ibu..."
Saat ini model pendidikan semakin beragam pula alasan dalam memilh-milahnya.
diantara sudut pandang yang digunkan dlam memilih sistem pendidikan adalah memilih sesuai dengan basic keilmuannya dan atau karena kemampuan dalam masaah finansialnya.
Arti pendidikan menjadi penting dan wajib bagi siapapun.
Sebagaimana tersebut dalam hadits Nabi :
"Mencari Ilmu itu wajib atas tiap2 muslim laki2 dan perempuan, dan barang siapa mencari ilmu, memohonkan ampun kepadanya sampai ikan2 di laut".
Lantas apakan pendidikan itu?
Pendidikan itu adalah suatu proses dengan mana pikiran, rasio, mental manusia, disiplin dan dikembangkan dengan disertai proses pertumbuhan di dalam individu dibantu mengembangkan daya2 kemampuan, bakat, kecakapan, dan minat dari individu itu sendiri.
Begitu pentingnya arti sebuah pendidikan, dengan pendidikan kita tahu akan hal2 yang belum kita ketahui dan dapat menghantarkan pada suatu yang lebih bermakna.
dengan pendidikan dapatlah kita ketahui tata cara, berdiri, berjalan, berlari sampai dengan manfaat dari pendidikan itu sendiri, kunci kesuksesan dalam pendidikan terdapat puncak pengamalan dan realisasinya.
Dijelaskan dalam hadits Rosululloh SAW :
"Ilmu itu adlah hidupnya Islam dan tiangna Iman, barangsiapa mengajar ilmu, kemudian mengamlkannya Alloh memberikan ilmu kepadanya dari suatu yang belum diketahui".(ALHADITS)
Dengan Pengamalan ilmu akan menimbulkan banyak sekali nilai tambah yang sebelumnya tak diketahui.
Pendidikan menghantarkan manusia pada rasa syukur, adabin hasanin kepada Alloh Ta'ala, orang tua, masyarakat, bangsa dan tanah airnya.
SEKOLAH DENGAN HATI
Lantas pendidikan seperti apa yang diperlukan oleh generasi2 penerus ini?
Karena mencermati demikian pentingnya pendidikan, maka yang paling balance untuk regenarasi adalah sebuah lembaga pendidikan yang mendidik putra-putri dengan sentuhan hati.
Kenapa harus hati bukankah cukup dengan pendidikan yang dapat mencerdaskan otak2 mereka saj?
Pendidikan yang demikian itu (berorientasi otak saja) tidak dapat menjamin generasi itu lebih bnaik.
Justru dengan hatilah yang dapat menjadikan barometersebuah generasi menjadi 'bernilai'.
Hati adalah sentral dari sebuah generasi.
Karena tegak, robohnya suatu generasi terletak pada hatinya pula.
Sebagaimana tersebut dalam hadits Rosululloh:
"Ingat2lah dan sesungguhnya di dalam jasad itu ada sepotong daging, bila ia baik, baiklah seluruh jasad, dan bila ia jelek, jeleklah seluruh jasad, ingat2lah dialah itu Hati".
Jadi hati adalah sentral yang perlu 'dididik' dengan model pendidikan yang benar2 akan memunculkan dampak positif pada generasi penerus ini.
Jika hanya jasmani yang 'dididik', maka akan memunculkan sebuah generasi seperti robot yang tidak menggunakan hati dalam bekerja.
"Pendidikan hati" bertujuan melatih moral dan akhlaq yang baik pada jiwa putra-putri kebanggaan hati.
Karena orang tua tidak ingin meninggalkan putra-putri ditaman dunia ini hanya sebagai buih yang diterbangkan angin kian kemari, dan musnah ketika ditimapa olaeh panasnya sinar matahari.
Sementara di saat yang sama semua brharapkan agar putra-putri memiliki peran aktifdalam merealisasikan tugasnya sebagai genersi yang dapat menyinari nusantara ini.
Mereka harus berperan aktif dalam merealisasikan tugasnya sebagai generasi yang dapat menyinari nusantara ini.
Mereka harus berperan sebagai berlian hidup, berlian berfikir, dan bukan sebagai sampah masyarakat yang dapat menjadi stigma pada masyarakat itu sendiri.
Dari Hati Kembali Ke Hati
Pendidikan dengan hati sangat berperan penting bagi purtra-putri titian penerus harapan.
Bagaimana dapat kembali pada hakekat awal sebagai tsamarotul qolbi jika dalam diri kita tidak menemukan jalan untuk kembali pada "Buah Hati"?
Di dalam hadits Rosullulloh disebutkan bahwasanya putra-putri adalah buah hati:
"Sesungguhnya bagi tiap2 pohon itu ada buahnya dan buah hati itu adalah anak"(alhadist).
Pendidikan awla manusia sebenarnya mngajarkan tentang "hati".
Sebab semua mengakui bahwa sekolah pertama kita (baca: pendidikan) adalah seorang ibu yang mengajarkan tentang seorang ibu yang mengajarkan tentang hati.
Hati nurani seorang ibu mengaliri pori2 cinta sang buah hati.
Tidak seorangpun yang mengharapkan buah hatinya menjadi buah hati yang busuk, dan justru mereka berharap memiliki buah hati yang yang baik.
Lantas sudahkah anda temukan lembaga pendidikan bagi putra-putri anda yang berfondasi pendidikan hati?
Oleh : NUR KHOLIFAH -alumni THGB-
Arsip Blog
Inilah Orang Gag Penting
- alias jojoz
- ploso jombang city!, jawa timur, Indonesia
- Yah masih nubie, perlu belajar banyak :p